Minggu, 28 Maret 2010
Kamis, 25 Maret 2010
Kok kamu nggak ngertiin aku sih?? (sinetron mode: ON)
Kalau kamu mau orang lain bersikap baik sama kamu, bersikap baiklah ke mereka. Kalau kamu mau dihormati orang lain, hormatilah orang itu. Kalau kamu mau dimengerti orang lain, ngertiinlah (apa sih bahasanya nggak enak banget) orang itu. Kalau kamu mau dipahami orang lain, pahamilah orang itu. Mungkin temen-temen pernah denger kalimat itu, atau kurang lebih seperti itu.
Selama ini gue juga sering banget denger kalimat-kalimat kayak gitu. Selama ini juga yang gue pikir adalah kalau gue ingin orang lain baik ama gue (ya kayak menghormati, mengerti, memahami, dan semacamnya), gue harus bersikap sama ke mereka.
Tapi kok, gue ngerasa bertepuk sebelah tangan ya? Alias cuma gue yang bersikap begitu ke mereka, tapi mereka nggak bersikap yang sama ke gue. Gue udah menghormati mereka, mencoba mengerti mereka, mencoba memahami mereka, tapi kenapa?? Kenapa sih mereka nggak bisa ngertiin aku?? (dengan nada sinetron)
Agak lebay memang, eh, salah, tapi memang lebay.
“Aku udah coba ngertiin dia, tapi kenapa sih dia nggak bisa ngertiin aku??” (sambil nangis Bombay dengan nada memelas)
Selama ini gue juga sering banget denger kalimat-kalimat kayak gitu. Selama ini juga yang gue pikir adalah kalau gue ingin orang lain baik ama gue (ya kayak menghormati, mengerti, memahami, dan semacamnya), gue harus bersikap sama ke mereka.
Tapi kok, gue ngerasa bertepuk sebelah tangan ya? Alias cuma gue yang bersikap begitu ke mereka, tapi mereka nggak bersikap yang sama ke gue. Gue udah menghormati mereka, mencoba mengerti mereka, mencoba memahami mereka, tapi kenapa?? Kenapa sih mereka nggak bisa ngertiin aku?? (dengan nada sinetron)
Agak lebay memang, eh, salah, tapi memang lebay.
“Aku udah coba ngertiin dia, tapi kenapa sih dia nggak bisa ngertiin aku??” (sambil nangis Bombay dengan nada memelas)
Minggu, 21 Maret 2010
uhh, sepi
sepi
rasanya hanya ada aku sendiri
kosong
aku hanya bisa bengong
gelap
udara pengap membuatku megap-megap
hening
bahkan nyaris tak ada bunyi denting
takut
aku seperti tenggelam dalam laut
rasanya hanya ada aku sendiri
kosong
aku hanya bisa bengong
gelap
udara pengap membuatku megap-megap
hening
bahkan nyaris tak ada bunyi denting
takut
aku seperti tenggelam dalam laut
Senin, 15 Maret 2010
Please Check Your Belongings Before You Leave
Please Check Your Belongings Before You Leave. Pasti pada familiar kan dengan kalimat itu? Kalimat peringatan yang biasanya nongol setelah film selesai diputer di bioskop yang artinya tolong periksa barang-barang bawaan Anda sebelum Anda pergi itu ternyata harus sering diulang-ulang dalam kehidupan sehari-hari (khususnya kehidupan gue sendiri).
Sebuah pengalaman dodol yang kudu jadi pelajaran buat gue pada hari Minggu (14/3) kemarin adalah
Sebuah pengalaman dodol yang kudu jadi pelajaran buat gue pada hari Minggu (14/3) kemarin adalah
O-ow! Gue jadi eksis!
O ow, gue jadi eksis!
Sebenernya berlebihan banget gue bilang gitu, apalagi menuliskannya dalam blog. Mudah-mudahan ngga kena UU tentang IT gitu deh ya, abisnya, beneran deh, gue cuma mau sharing dan mungkin aja ada ‘pelajaran’ yang bisa diambil dari curahan hati gue yang terdalam (halah!)
Alkisah di suatu siang yang terik,
Sebenernya berlebihan banget gue bilang gitu, apalagi menuliskannya dalam blog. Mudah-mudahan ngga kena UU tentang IT gitu deh ya, abisnya, beneran deh, gue cuma mau sharing dan mungkin aja ada ‘pelajaran’ yang bisa diambil dari curahan hati gue yang terdalam (halah!)
Alkisah di suatu siang yang terik,
Langganan:
Postingan (Atom)