Rabu, 01 Juli 2009

Gaya Belajar Efektif

Setiap orang pasti mempunyai cara atau gaya belajar yang berbeda-beda. Banyak gaya yang bisa dipilih untuk belajar secara efektif. Nah, artikel berikut menjelaskan tujuh gaya belajar yang mungkin beberapa diantaranya bisa di terapkan pada anak didik kita :

1. Belajar dengan kata-kata.

Gaya ini bisa kita mulai dengan mengajak seorang teman yang senang bermain dengan bahasa, seperti bercerita dan membaca serta menulis. Gaya belajar ini sangat menyenangkan karena bisa membantu kita mengingat nama, tempat, tanggal, dan hal-hal lainya dengan cara mendengar kemudian menyebutkannya.

2. Belajar dengan pertanyaan.

Bagi sebagian orang, belajar makin efektif dan bermanfaat bila itu dilakukan dengan cara bermian dengan pertanyaan. Misalnya, kita memancing keinginan tahuan dengan berbagai pertanyaan. Setiap kali muncul jawaban, kejar dengan pertanyaan, hingga didapatkan hasil akhir atau kesimpulan.

3. Belajar dengan gambar.

Ada sebagian orang yang lebih suka belajar dengan membuat gambar, merancang, melihat gambar, slide, video atau film. Orang yang memiliki kegemaran ini, biasa memiliki kepekaan tertentu dalam menangkap gambar atau warna, peka dalam membuat perubahan, merangkai dan membaca kartu.

4. Belajar dengan musik.

Detak irama, nyanyian, dan mungkin memainkan salah satu instrumen musik, atau selalu mendengarkan musik. Ada banyak orang yang suka mengingat beragam informasi dengan cara mengingat notasi atau melodi musik. Ini yang disebut sebagai ritme hidup. Mereka berusaha mendapatkan informasi terbaru mengenai beragam hal dengan cara mengingat musik atau notasinya yang kemudian bisa membuatnya mencari informasi yang berkaitan dengan itu. Misalnya mendegarkan musik jazz, lalu tergeliik bagaimana lagu itu dibuat, siapa yang membuat, dimana, dan pada saat seperti apa lagu itu muncul. Informasi yang mengiringi lagu itu, bisa saja tak sebatas cerita tentang musik, tapi juga manusia, teknologi, dan situasi sosial politik pada kurun waktu tertentu.

5. Belajar dengan bergerak.

Gerak manusia, menyentuh sambil berbicara dan menggunakan tubuh untuk mengekspresikan gagasan adalah salah satu cara belajar yang menyenangkan. Mereka yang biasanya mudah memahami atau menyerap informasi dengan cara ini adalah kalangan penari, olahragawan. Jadi jika Anda termasuk kelompok yang aktif, tak salah mencoba belajar sambil tetap melakukan beragam aktivitas menyenangkan seperti menari atau berolahraga.

6. Belajar dengan bersosialisasi.

Bergabung dan membaur dengan orang lain adalah cara terbaik mendapat informasi dan belajar secara cepat. Dengan berkumpul, kita bisa menyerap berbagai informasi terbaru secara cepat dan mudah memahaminya. Dan biasanya, informasi yang didapat dengan cara ini, akan lebih lama terekam dalam ingatan.

7. Belajar dengan Kesendirian.

Ada sebagian orang yang gemar melakukan segala sesuatunya, termasuk belajar dengan menyepi. Untuk mereka yang seperti ini, biasanya suka tempat yang tenang dan ruang yang terjaga privasinya. Jika Anda termasuk yang seperti ini, maka memiliki kamar pribadi akan sangat membantu Anda bisa belajar secara mandiri.

Sumber : Depdiknas.go.id

Kamis, 25 Juni 2009

jatoh dari motor

Pada tanggal 24 Juni 2009, gue ke sekolah ama Bravia, chairmate gue di kelas.. gue bawa motor hari itu, jadi si bapia (Bravia) bareng gue. berangkatnya sih panas, makanya gue pake sarung tangan (maksudnya biar kaga makin gosong aja nih tangan gue), eh di sekolah ujan. pas pulangnya sih udah ga ujan, tapi jalanan masih basah n becek.
nah pas lampu merah deket rumah bapia, di situ kan ada galian noh, jadi ada tanah merah gitu kena ujan jadi licin banget. motor gue ngegelempang ke kanan n jatohlah gue ama bapia, untung kaga ada kendaraan di belakang kami jadi kami ga kelindes (alhamdulillah). dengan pasrahnya gue berbaring di jalanan, untung pake helm. kalo bapia dengan sigap nahan tubuhnya pake tangan n lutut, jadi posisinya kaya merangkak gitu. alhasil baju gue kotor buanget secara jalanan becek gitu n gue berbaring dengan tak berdaya, untung ga kenapa-kenapa, cuma baret-baret dikit tapi ga berdarah, plus tangan n kepala rada pegel aja, kalo nengok ke kiri kaga enak. sedangkan bapia yang tangan n lututnya nahan badannya lecet-lecet. lutut kanan n telapak tangan kirinya berdarah, tapi bajunya kaga kotor..
trus beberapa tukang ojek langsung nolongin, bangunin motor gue, trus kita di pinggirin sebentar, trus gue n bapia lanjut ke rumah bapia yang gak jauh dari situ. di rumah bapia gue pinjem bajunya, abis baju gue kotor banget. trus minta jemput deh (masih takut abis jatoh)

hmm, jadi inget, dulu gue pernah jatoh dari ojek.. lumayan sih, bikin gue amnesia sehari.. bahkan ampe sekarang gue ngga inget apa yang terjadi pada hari itu.. hehe..

tapi, gue ga akan kapok naik motor lagii.. ya iyalaaah,, secara cowo gue (pedrosa) pembalap motor gitu.. masa gue takut naik motor?? hahahahahahahaha... khayalan tingkat tinggi..

Senin, 22 Juni 2009

sinar yang menenangkan

sinar itu menenangkanku
dari rasa galau dan khawatirku
sinar itu kembali menenangkanku
saat aku mulai merindukan rasa itu
sinar itu sangat menenangkanku
sampai aku terhanyut dibuatnya

lebai

argh!
mata ini meleleh tiap kali lihat dia
hati ini lumer tiap ku memandangnya
jiwa ini luruh oleh pesonanya

sial!
gue udah hampir gak kuat lagi!

Minggu, 21 Juni 2009

Bintang Itu

Bintang itu

Kenapa semakin menjauh dariku?

Semua orang masih melihat kerlipnya yang jenaka

Tapi kenapa tidak denganku?


Bintang itu

Ia tak istimewa

Ia tak seterang sang surya

Ia pun tak seindah rembulan

Tapi, mengapa aku ingin selalu melihatnya?


Andai saja ia matahari

Atau rembulan juga tak apa

Asal bukan dia!

Dia yang sangat aku harapkan

Bukan matahari yang tak mungkin kuraih

Atau rembulan yang hanya kukagumi sesaat