Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Agustus 2009

Sepotong Kue Terakhir


Aku sibuk membolak-balik halaman majalah langgananku. Lebih tepatnya sok sibuk. Aku tak tahu harus melakukan apa saat jarum jam di dinding berjalan terseok-seok. Mungkin ia merasa sangat lelah berputar-putar di tempat yang sama. Tiba-tiba mataku terhenti pada halaman ramalan bintang. Aku tertawa kecil. Masihkah ada yang percaya pada ramalan berdasarkan tanggal lahir?
Di hari, tanggal, bulan, dan tahun yang sama kami dilahirkan. Ia hanya 3 jam lebih tua dariku. Tapi nasib kami sungguh jauh berbeda. Hidupnya yang selalu bahagia berbanding terbalik denganku.


Minggu, 21 Juni 2009

Matahari Laksmi

Detak jarum jam di dinding kamarku terdengar sangat jelas seakan tak ingin diriku merasa tuli ditelan kebisuan. Jam berbentuk kemudi mobil itu menunjukkan pukul setengah satu malam. Tugas sekolahku yang lumayan banyak sudah selesai sejak satu setengah jam yang lalu. Jadi seharusnya aku sekarang sudah tenggelam dalam lautan mimpi. Tapi entah mengapa aku tak bisa terlelap. Kucoba memejamkan mata, tapi pikiranku masih melanglang buana. Decakan cicak di balik jam menyuruhku untuk segera tidur. Dalam pejaman mata, aku heran, kenapa ada wajah gadis itu?
Gadis periang itu adalah

Cermin

Aku punya sahabat. Sahabat yang sangat akrab. Persahabatanku dengannya bisa dibilang sangat unik, tapi aku menyukainya. Tanpa perlu banyak bicara, kami sangat memahami satu sama lain. Tepatnya dia yang sangat bisa mengerti diriku.